Sunday, April 20, 2014

Plans for my life

yeaaay! aktif lagi deh gue ngeblog..haha emang ya semenjak jadi pengangguran durjana ini pengennya ngomong mulu..walaupun via blog,,hahaa
biar terlihat pendiam dan ga banyak ngomong,
oke, gue sekarang mau cerita tentaaang apaa yaa..hmmm...
rencana gue 4 tahun kedepan..
tapi kayanya cerita yang dalam waktu dekat dlu aja deh yaa..

gue lagi nyiapin berkas berkas buat S2 nya gueee...
wuhuuuuu!!
sok keren dan sok kece sih yaa..tapi minat dan kesempatan nampaknya ada pada jalan harus sekolah lagi..hhahaa..
walopun ortu tidak mendukung, hanya kaka gue doang yang mendukung mari kita hajar bleh coy..
smoga lulus tepat waktu dan tidak molor..amin..

rencana setelah jadi master,
kerja di oil n gas company..amin..smoga menghampiri rejeki itu padaku..
kalo engga, jadi PNS, maybe bisa lewat jadi dosen di kampus manapun, jadi widyaiswara di Pusdiklat geologi, atau beneran hanya jadi pegawai di kementerian ESDM, atauu..jadi peneliti LIPI..
yaah apapun itu semoga diberikan yang terbaik oleh Allah Ta'ala..
AMIN.

Setelah dapet kerja, saatnya gue nyari jodoh kali yaa?hahaha
:3
ini nih yang paling ribet sedunia, yap...JODOH! errr...males ngomonginnya..
hahhaaa
selain sensitif, edukatif, miris, dan menyebalkan..
soalnya bisa dicari, susah didapat belum tentu dapet restu dan belum tau jawaban Allah buat orang yang deket bisa jadi jodoh apa engga..
huft..
sulit ini men...sulit beudh...
maybe target nikah gue ga akan bisa dipasang secara ngawang-ngawang gini ketika gue ga ada pasangan atau orang yang deket,
yang jelas semoga sebelum gue beranjak tua at least umur 28 tahun, gue udah harus nikah,,,
dari sekarang aja gue udah pengen banget punya bayi sendiri...huhuu
ciyaan deh guee
meratap doang bisanya
astaghfirullah...

harus selalu positive thinking sama keputusan Allah!
ga boleh negative -_________________-
dasar emang gue ini manusiawi banget
alias terlalu manusiaa
hahaha

Tuesday, April 15, 2014

sepatu let it go...is a must

posting pertama di tahun 2014 ini...
terakhir euforia wisuda kayanya deh ya postingannya,,
mmm...wisuda enjoy and happy just one day, abis itu pusing lah kepala karena pengangguran..hehehe..
tapi tetep harus dinikmati karena wisuda S1 kan cuma sekali seumur hidup.. ya gaa?

mmm...aku mau cerita apa ya?
mungkin banyak banget yang bakal diceritain di postingan aku sekarang
udah numpuk banget unek-unek di hati, sampe ke otak juga udah diceritain..kayanya otak aku juga pasti bosen deh dengerinnya..haha

blog aku ini mungkin lebih banyak curahan hatinya daripada informasinya..
well, mungkin karna ga ada media lain buat aku curhat..
cuma via blog ini.
jadi sorry kalo yang baca blog aku, bakal kaya baca diary seseorang :D
tenang-tenang kalian ga akan aku judge sebagai pengintip diary qo..hahaha
*ngaco dah mulai :3

oke mari kita mulai ceritanya...

#bakalradamirisbacanyasoalnyalabil :P
kata aku saya atau gue mungkin akan dipakai di postingan ini..jangan heran please :p

Renungan saya pertama ini adalah tidak mungkin seseorang memiliki hidup yang nyaris sempurna, maksudnya tidak semua aspek dia bakal sukses, paling tidak mungkin balance pada tempatnya .. mungkin...
apa yang saya rasakan aspek karir akan berbanding terbalik dengan aspek perasaan kalo kita belom menikah..
yap..
mungkin saya bisa dikatakan lebih beruntung karena bisa diterima kerja magang di salah satu perusahaan selama 3bulan daripada teman saya yang lain,
tetapi kalo aspek perasaan...beeuuh,,
terombang ambing hancur ga jelas..
hidup ini adil.
maka ga semuanya balance, seperti contoh cerita saya di atas..

diumur saya yang hampir menginjak 24 tahun saat ini,
akan ada banyak pertanyaan yang memuakkan..*yakin adaaaaaaaa banyaaakkk >,<
orang tua mungkin secara tidak langsung akan menanyakan kapan target menikah?
kliseeee pertanyaannya
pacar aja saya ga punya, lelaki yang dekat apalagi..gimana akan menjawab target nikah?
*mimpi kali yeeeee -_-
intinya pertanyaan itu selalu bikin saya mengawang-awang, akan langsung terbersit dan membayangkan sebuah lamunan dulu..
sebuah mimpi dan harapan yang pernah saya ciptakan dulu..sewaktu masih kuliah tingkat akhir..
seperti perempuan lain pada umumnya. cita-cita cuma satu : LULUS-KERJA dan MENIKAH
itu pada saat saya memiliki orang dekat alias pacar,
banyak sekali harapan yang saya gantungkan padanya
maklum sudah hampir 2 tahun masa pacaran, pasti lah berpikiran yg muluk-muluk dan indah-indah..
tapi memang, terlalu banyak hambatan yang berbenteng tembok tinggi, tembok Berlin aja kalah deh pokoknya..
hingga hubungan itu berakhir,
walaupun mungkin pada saat itu kami masih saling suka..
dan sudah putus pun kami masih dekat dengan menjalani hubungan tanpa status,
hingga suatu ketika...
dia memilih move on duluan dan memiliki pacar baru.

saat itu dan sampai saat ini pun, saya secara kasat mata mungkin rela dan ikhlas.
secara terpaksa harus ikhlas..
dia sudah bahagia, harusnya saya juga mulai bisa bahagia tanpanya
ini nampak berlebihan dan pelik.
semacam sinetron FTV -_-

mestinya mudah dan gampang sekali kan, melupakan dia yang sudah bahagia dengan orang lain..
mengapa saya harus meratapi?
dan terus teringat tentang dia?
tapi,,
saya rasa tidak mudah untuk saya move on dengan benar dan lurus jalannya.
terbukti,
saya masih suka membahas dia, mengingat dan lainlainnya ..
kenapaaa???
saya juga tidak tahu jawabannya..
padahal ingin sekali saya bisa cepat lupa dan tidak pernah membahas dia kembali..
nampaknya butuh proses sangat panjang untuk mengubur rasa ini.
jujur semakin hari saya semakin tersiksa dengan perasaan yang ada sekarang,
sulit sekali menerima orang baru hadir dalam hidup saya,
mungkin karna ketika saya bersama dia dulu, saya telah berhenti mencari seseorang, dan mengabdikan serta menyerahkan perasaan saya sepenuhnya untuk dia,
semua kelebihan kekurangan kesalahan nya pun sudah saya maklumi dan saya terima dengan lapang dan penerimaan yang ikhlas..
sehingga sekarang saya begitu sulitnya mengingat hal-hal buruk yang saya benci darinya,

tapi saya harus bisa terus berjalan tanpa dia,
walopun dengan terpaksa dan berat hati..
dia sudah memiliki yang baru dan bahagia,
mungkin saya pun harusnya bahagia dengan kehidupan saya yang baru..

saya terlalu merasa kehilangan seorang teman baik,sahabat baik,dermaga terakhir untuk semua cerita saya di setiap harinya,
dan benar-benar berat kehilangannya..

dia benar-benar orang yang bisa saya harapkan dan saya andalkan,
tidak terbersit sedikitpun di benak saya dulu jika berpisah dan sudah dimiliki orang lain,
begitu sakit dan pahit kenyataannya sekarang..

gerakan move on saya kali ini dari dia benar-benar akan menjadi proses yang panjang..dan berliku,
saya menentang perasaan saya sendiri,

sekarang cuma bisa mengenang sendiri,,
:)
 ------------------------------------------imusobdly------------------------------------------------------



Friday, September 20, 2013

Alhamdulillah~

terima kasih ya Allah..Engkau kabulkan doaku untuk ke sekian kalinya...
ahirnyaaa..aku SARJANA!! hihiii..
bahagianya tidak terperi..
senang bisa menunaikan amanah ibu dan bapa..
senang bisa menyelesaikan ini semua, setelah 5 tahun...ahirnya penantian ini terjawab sudah..
sekarang berusaha untuk bisa bersaing mendapat pekerjaan..

terima kasih 5 tahun ini, almamaterku UNSOED
terima kasih Purwokerto, Purbalingga... tidak terasa sudah harus aku tinggalkan di minggu ini..smoga kedua kota itu tetap menjadi kota kenangan saat aku kembali suatu saat nanti.. :')







Tuesday, February 19, 2013

Mahatuasiswa~~

oraiit,,,lamaa sekali gue ga nulis blog :D ini efek apa yaaa?
terakhir yang gue posting cuma re-post dari orang aja..biar ga sepi-sepi amat di tahun 2013 ini blog gue..
hahaaa

aktivitas gue 1 semester terakhir ini *alias 6bulan lamanya* adalah mengerjakan skripsi yang tak kunjung entah dimana ujungnyaaaaa~~
bahan ada, sudah mengerti maksud dari materi skripsi gue sendiri..
hanyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa sajaaaaa
terlalu banyak "X factor" berlalu lalang di sekitar gueee...
tapi tetep bersyukur karena dibalik x-factor itu mungkin Allah punya segudang rencana buat guee...wlopun sampe sekarang gue ga tau apaa ituu...let see ..di masa yang akan datang..

masih agak gerah karena ingin cepat lulus,,
ingin segera menunaikan dan menuntaskan amanah orang tua untuk menjadi sarjana..
tapi yaa mungkin ini lah prosesnya...
dengan serba banyak berlatih sabar dan memanage otak hati juga kondisi fisik serta kehidupan sosial yang lain agar masih tetap seimbang pada tempatnya..

menginginkan 1 impian terdekat itu segera terwujud,
menahan diri dan melawan keinginan sendiri itu memang melelahkan,
gue ga pernah dituntut lulus cepat oleh orang tua,
tapi, tuntutan dari diri sendiri itu yang sangat menyiksa...

(~_______________~)

hope everythings gonna be alright.........

Tuesday, January 29, 2013

S-a-r-j-a-n-a : dilemma

entah mengapa ingin sekali me-repost artikel ini :) mungkin karena saya sebentar lagi sarjana ya..hehe smoga bermanfaat untuk saya dan pembaca blog saya.. dengan harapan saya juga akan menjadi sarjana secepatnya...aaamiiinnnn
Sarjana Semestinya Bermartabat! Risalah Sarjana,
oleh *Sartika Dian Nuraini dimuat oleh harian Kompas, 16 Januari 2013 ———-

 Sarjana adalah potret terang di depan kamera. Ia menyungging senyum semringah, memakai toga dan baju kebesaran, dengan latar belakang lukisan buku-buku berjilid klasik yang sangat jarang ada di Indonesia, ditambahi kehangatan senyum anggota keluarga. Foto itu kelak adalah tanda sejarah yang meneguhkan keberadaan hingga prestise seseorang, bahkan seluruh keluarganya. Klik! Kesarjanaan adalah perayaan kerumunan dan keramaian, pengeras suara, acara makan bersama, dan doa. Dalam proses pengesahan seorang sarjana dalam wisuda. Kegirangan dan keceriaan dengan mengabsenkan keheningan dan kekhusyukan. 

Perayaan kesarjanaan bukan perayaan literasi. Kata-kata tidak lagi menjadi pengesahan kesarjanaan sebagai bentuk sumbangan pemikiran bagi peradaban. Setiap tahun, ribuan orang boleh saja ditahbiskan menjadi sarjana, tetapi sungguh sangat sedikit yang akan meninggalkan kata-kata yang berharga hasil permenungan, pengendapan dalam pikiran, dan kegelisahan intelektualitas kesarjanaan. Tak ada tagihan moral dan akademis tentang keilmuan, intelektualitas, kecendekiaan, serta kemanusiaan yang bersifat sosial, politik, pendidikan, dan budaya. Manusia ekonomistik Sebagai gantinya, menjadi sarjana adalah menjadi manusia ekonomistik. Sarjana adalah manusia pencari dan pencetak uang bagi keluarga, masyarakat, dan negara. Maka, pengesahan dilakukan dengan mencari kerja. Pengukuhan seseorang menjadi sarjana disempurnakan dengan menjadi pekerja. Kutukan seorang sarjana jika dirinya menganggur. Orangtua, lembaga pendidikan, masyarakat, dan negara akan menagih seorang sarjana untuk cepat-cepat menjadi manusia pencari kerja. Maka, para sarjana bergerak dan berjejal menjadi manusia pelamar kerja dalam bursa kerja. Dalam kerumunan di bursa kerja ini, tak perlu lagi membedakan latar belakang studi sastra, teknik, politik, sejarah, dan lain-lain. Tak penting ilmu yang mereka pelajari di kampus selama beberapa tahun, toh perusahaan juga sadar bahwa sarjana itu harus dididik lagi agar sesuai dengan dunia kerja. Di Indonesia, menjadi sarjana adalah menjadi manusia kota dan menjadi manusia kantoran. Dalam imajinasi mereka, sarjana adalah manusia tanpa keringat, manusia yang enggan melipatkan lengan baju ke atas, manusia yang enggan menyentuh tanah. Biografi sarjana Indonesia mengesankan bahwa menjadi sarjana adalah manusia yang enggan pulang membangun tempat asalnya.

 Soedjatmoko (1972) pernah mengatakan, ”Lulusan universitas-universitas di Indonesia makin lama makin berorientasi pada kota-kota. Harapan mereka tentang karier, tingkat hidup, serta gaya hidup seolah-olah terikat pada kota. Padahal, sudah menjadi terang bahwa sebagian kemampuan kita harus kita memanfaatkan tidak hanya untuk memperluas sektor modern, tetapi juga untuk menggairahkan kembali dan memperkuat kehidupan di desa-desa.” Masuk perguruan tinggi adalah jalan meninggalkan desa-desa dengan menjadi manusia kantor mewarisi rasa elite-birokrat yang priayi. Namun, saat bekerja, sebagian besar makna kerja perlahan mulai menghilangkan rasa kemanusiaan, keilmuan, religiusitas. Semua hal yang sakral dan vital itu akan terpinggirkan oleh pamrih uang dan gengsi sosial. Kerja yang merakyat dianggap merendahkan. Mereka alpa makna bekerja. Kehilangan martabat Makna pendidikan dalam bekerja terasa kabur dan dangkal. Latar belakang dan jenjang pendidikan di Indonesia sepertinya sudah tidak memartabatkan. Kita telah kehilangan figur sarjana dalam arti keilmuan dan pengabdian sebagai laku kesarjanaan. Suluh dan risalah pemartabatan manusia menguap dalam mentalitas dan etos kesarjanaan yang kian memudar dan buram. Sarjana kini adalah hamba ekonomi dan bisa melakukan apa pun untuk memenuhinya, menjual martabat ilmu, menggadaikan kemanusiaan, dan mengubur etos belajar. Saya teringat sajak Agus R Sarjono berjudul Sajak Palsu yang ditulis tahun 1998: ”Masa sekolah demi masa sekolah berlalu, mereka pun lahir sebagai ekonom-ekonom palsu, ahli hukum palsu, ahli pertanian palsu, insinyur palsu, sebagian menjadi guru, ilmuwan atau seniman palsu.” Sarjana semestinya bermartabat!
 *Penyair, Anggota Bale Sastra Indonesia-Solo 

 link : http://www.kopertis12.or.id/2013/01/16/sarjana-semestinya-bermartabat.html

Thursday, July 26, 2012

the beginning

bulan puasa horeeee ^^)// dan alhamdulillah banget.. tahap akhir sebagai seorang mahasiswa akan mulai dijalani.. Tugas akhir sudah akan dimulai guys!! haha sudah menemukan bidang yang cocok, tema yang pas, serta dosen pembimbing yang emmmm....memotivasi dengan sangat juga pengertian :D i'm ready to work! doakan selesai cepat... biar MARET 2013 akan menjadi hari bersejarah buat gue... menjadi SARJANA TEKNIK ... hihi thank you :*

Monday, March 26, 2012

berkicau tentang saat ini

semester 8, semester ahir *harusnya tapi menjadi semester yang isinya paling ga jelas buat dompet.. alias paling pengangguran dari semester-semester kemarin, dan mengakibatkan isi dompet cepat habis dan menghilang entah kemana,, lalu, beban otak kembali bertambah, bertambah stress.. karena PKL yang selalu saja menghantui pagi hari hingga malam hari, yang tak kunjung mendapat jawabannya.. poor me,, mungkin sudah tidak lagi dijadikan penderitaan sebuah PKL,, tapi menjadi sebuah keseharian yg aktivitas nya tak kunjung usai.. mengontrol sebuah semangat untuk menyelesaikannya bukanlah hal yg mudah,, ketahuilah setan perayu malasnya lebih berkuasa,, sekarang aja baru bisa bikin peta lintasan sama peta geologi.. draft laporannya belomm,. haduuhh.. pengen cepet seminar.. cepet beres..res..res..
MEI GUE SEMINAR!!! HARGA MATI !!!!
Back to Top